PT Sciencewerke Ikut Serta KOGI Bali 2025, Bersama Mencegah Kanker Serviks di Indonesia

KOGI XIX Bali 2025 adalah Kongres Obstetri dan Ginekologi Indonesia ke19 yang diselenggarakan pada 17–23 Juli 2025 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali
“Advancements in Maternal and Reproductive Health Through Technology, Digital Innovations, and Education”
Fokusnya adalah pemanfaatan teknologi dan inovasi digital untuk meningkatkan layanan kesehatan maternal dan reproduksi di Indonesia
Agenda Utama
- Pra-kongres & Workshop (17–20 Juli)
- Lokakarya intensif seperti manajemen lesi prakanker serviks, USG panggul dasar & lanjutan, obstetric intensive care, live surgery (urogynaecology, total abdominal hysterectomy), hingga training emergency maternalneonatal (TOT) di berbagai lokasi seperti BNDCC, Merusaka, Sakala, dan RSUD/RS Ngoerah
- Workshop khusus pagi hingga sore oleh para ahli SpOG, PPDS, bidan, dan dokter umum.
- Simposium Ilmiah & Sesi Internasional (21–23 Juli)
- Dipandu dari pukul 06.00 WITA dengan sesi inaugurasi, orasi ilmiah, serta sidang POGI.
- Simposium tematik meliputi preeklampsia, HPV, onkologi reproduksi, urogynecology, serta teknologi AI dan digitalisasi buku.
- Sesi "Meet the Expert", panel debat Pro vs Kontra, dan peluncuran buku atau guideline (contoh: USG Madya, RSV Vaccine Launch.
- Program Sosial & Hiburan
- POGI Night — malam silaturahmi di The Meru Sanur (21 Juli).
- Acara olahraga bersama.
- Kesempatan networking, pameran sponsor/lapangan diskusi.
- Akomodasi dan tur wisata di Bali disediakan lewat paket resmi
Siapa yang Hadir?
- Peserta termasuk:
- Dokter SpOG, subspesialis, PPDS (residen), bidan, dan dokter umum.
- Mahasiswa kedokteran.
- Pembicara nasional dan internasional
- Sorotan Utama
- Live surgery: urogynaecology, hysterektomi total—kesempatan unik melihat praktik langsung.
- Teknologi & AI: Topik canggih seperti AI dalam USG dan digitalisasi buku KIA.
- Peluncuran buku/guideline: USG Madya, vaksin RSV.
- Jaringan profesional: Multi-disiplin dan link internasional lewat AOFOG, FIGO.
- Sosialisasi budaya Bali: Di tengah gagasan ilmiah tetap ada nuansa relaksasi dan kebersamaan




